Hanya 1 dari 7 Orang yang Bisa Menyelesaikan Soal Menjebak Ini

pertanyaan-matematika-menjebakHendri Zainuddin, salah seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Banyuasin (2004 – 2014) membagikan kuis matematika dalam bentuk gambar di dinding status Facebooknya. Gambar status tersebut terlihat sebagaimana dalam screenshot di samping. Di bagian bawah gambar tersebut tertulis “Hanya 1 dari 7 orang yang bisa menyelesaikan soal menjebak ini”.

Membaca tulisan pada gambar status tersebut, saya dalam hati bertanya, masak iya sih hanya 1 dari 7 orang yang dapat menjawab. Setelah saya selidiki dari sekian orang yang komentar untuk menjawab status tersebut, nyatanya memang sedikit yang dapat menjawab dengan benar atas persoalan yang menjebak tersebut. Iya, soal tersebut memang benar-benar menjebak.

Pada kesempatan kali ini, edufunia akan membahas dan mencoba penyelesaian soal tersebut. Terlebih dahulu kita sederhanakan variabel-variabel yang terlibat pada pertanyaan tersebut. Angkot wakna kuning (a), ikon Hendri Zainuddin (h), pempek Palembang (p), maaf jika huruf penggantinya tidak umum seperti dalam pelajaran matematika di sekolah.

Langkah pertama, tulis persamaan dalam bentuk yang sederhana

Untuk memudahkan kita menghitung, kita tulis persamaan tersebut dalam bentuk yang sederhana. Berdasarkan variabel yang disederhanakan tersebut, pada persamaan pertama, ada 3 angkot (a) yang ditulis dengan a + a + a, maka persamaan tersebut dapat ditulis seperti ini:

a + a + a = 24 .......(persamaan 1)
3a = 24

Persamaan 2

a + h + h = 20 ........(persamaan 2)
a + 2h = 20

Persamaan 3

h - 2p = 2 ...........(persamaan 3)

Persamaan 4

2h + a x p = ?? .......(persamaan 4)

yang ditanyakan adalah nilai “??” dalam persamaan 4.

Langkah kedua, hitung nilai masing-masing variabel

Dari persamaan pertama dapat diketahui bahwa nilai a adalah

3a = 24
 a = 24 / 3
 a = 8

Hasil a dari persamaan pertama dimasukkan pada persamaan kedua sehingga didapatkan nilai h

a + 2h = 20
8 + 2h = 20
    2h = 20 - 8
    2h = 12
     h = 12 / 2
     h = 6

Hasil h dari persamaan kedua dimasukkan dalam persamaan ketiga untuk mendapatkan nilai dari satu pempek (p)

h - 2p = 2
h - 2p = 2
6 - 2p = 2
   -2p = 2 - 6
   -2p = -4
     p = -4 / -2
     p = 2

Nah setelah kita mendapatkan nilai variabel ke 3, yaitu p, sekarang kita hitung nilai ?? dalam persamaan keempat.

   2h + a x p = ??
2 x 6 + 8 x 2 = ?? << jebakan
      12 + 16 = 28

Jadi tanda tanya pada persamaan ke empat bernilai 28.

Kesimpulan

Sebagaimana dalam pembahasan di atas, jebakan sesungguhnya ada pada persamaan ke empat. Kebanyakan orang yang menghitung persamaan di atas akan memulai tahapan dengan 2 x 6 = 12, dilanjutkan 12  + 8 = 20 dan terakhir 20 x 2 =40, sehingga didapatkan hasil akhir 40.

Jika Anda menjawab dengan nilai 40, kemungkinan Anda benar-benar kena jebakan tersebut. Jawaban sesungguhnya adalah sebagaimana pada pembahasan. Di mana dalam matematika apabila ada percampuran operator yang sama dalam satu persamaan maka perkalian dan pembagian haruslah dikerjakan terlebih dahulu dibanding penjumlahan dan pengurangan, kecuali penjumlahan diapit dalam kurung.

Persoalan kedua persepsi penjawab berbeda mulai dari persamaan ketiga dengan menganggap bahwa 2 piring Pempek yang dipersepsikan dengan pangkat (p2).

Demikian ulasan dari edufunia terkait soal tersebut. Saran dan kritik dipersilahkan.

Jenis-jenis Peta Berdasarkan Isinya

contoh-peta-topografi
Peta topografi, sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Topographic_map_example.png

Atas dasar perbedaan-perbedaan yang ada pada peta, secara garis besar peta dapat diklasifikasikan berdasarkan skalanya dan isinya.

Ditinjau berdasarkan isinya, peta dapat digolongkan menjadi:

  1. Peta umum dalah peta yang menggambarkan segala sesuatu yang bersifat umum dari kenampakan yang ada di permukaan bumi. Kenampakan umum, seperti gunung, sungai, sawah, jalan raya, jalan kereta api, laut, lautan dan sebagainya. Peta-peta yang termasuk peta umum adalah sebagai berikut.
    1. Peta chorografi, yaitu peta yang berisikan kenampakan yang bersifat umum dan global dari daerah yang luas. Biasanya berskala kecil sampai berskala sedang, seperti Peta Dunia dalam atlas.
    2. Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief permukaan bumi yang bersifat alami. Relief tersebut meliputi gunung, pegunungan, lembah, dataran tinggi, dataran rendah, danau, sungai, rawa. Ada juga yang buatan manusia, antara lain permukiman, jaringan lalu lintas, bangunan-bangunan industri dan bendungan.Peta topografi berbeda dengan peta jenis lain. Peta topografi menunjukkan keragaman ketinggian permukaan bumi. Ketinggian permukaan bumi adalah jarak vertikal suatu tempat dari permukaan laut. Dengan demikian, permukaan laut memiliki ketinggian nol meter. Variasi ketinggian tempat dalam suatu wilayah disebut relief. Peta topografi juga biasa digunakan untuk memetakan wilayah yang sempit. Di Indonesia, peta topografi menggunakan skala 1:10.000, 1:25.000, 1:50.000, 1:125.000.Hal-hal yang penting dalam peta topografi dalah sebagai berikut:
      1. proyeksi peta topografi kadang-kadang tidak dicantumkan, kecuali dengan tujuan penelitian;
      2. banyak simbol yang terlihat sebagaimana objeknya sehingga mudah dimengerti;
      3. menggambar garis kontur.

      Garis kontur ialah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama ketinggiannya. Garis kontur merupakan salah satu cara menyatakan relief pada peta. Jarak vertikal antara garis kontur yang berurutan disebut interval kontur. Besarnya interval selalu seragam pada setiap peta kontur.

  2. Peta khusus (peta tematik) adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan tertentu di permukaan bumi.
    • Peta-peta yang termasuk peta khusus ialah sebagai berikut.
    1. Peta iklim, yaitu peta yang menggambarkan iklim suatu wilayah atau negara di dunia.
    2. Peta perhubungan, yaitu peta yang menggambarkan perhubungan udara, laut antarwilayah atau antarnegara lain.
    3. Peta persebaran penduduk, yaitu peta yang menggambarkan persebaran penduduk dalam suatu wilayah atau negara.
    4. Peta persebaran hasil pertanian, yaitu peta yang menggambarkan persebaran hasil pertanian di suatu wilayah atau negara.
    5. Peta pariwisata, yaitu peta yang menunjukkan tempat-tempat pariwisata di suatu wilayah atau negara.
    6. Peta geologi, yaitu peta yang menggambarkan struktur batuan pada lapisan kulit bumi (litosfer).
    7. Peta tanah, yaitu peta yang menggambarkan jenis-jenis tanah.
    8. Peta tata guna tanah atau lahan, yaitu peta yang menggambarkan bentuk-bentuk penggunaan tanah atau lahan yang ada hubungannya antara aktivitas manusia dan lingkungan geografisnya.
    • Selain macam-macam peta seperti yang telah dikemukakan, ada pula peta yang disebut sebagai berikut.
    1. Peta manuskrip, yaitu peta hasil penggambaran dengan tangan yang merupakan produk pertama suatu peta yang akan diproduksi menjadi peta.
    2. Peta dasar atau peta kerangka, yaitu peta yang dijadikan dasar untuk pembuatan peta.
    3. Peta turunan, yaitu peta yang diturunkan dari peta induk menjadi peta yang skalanya lebih kecil dari peta induknya.
    4. Peta mental disebut juga peta kognitif, signatura kognitif, image atau skemata, yaitu peta yang berada di benak tiap orang dalam bentuk skema-skema secara imajinatif. Hal ini merupakan hasil kerja psikologis, melalui proses pengamatan dan penginderaan yang disertai atau diikuti dengan persepsi. Dengan demikian, peta mental bersifat subjektif karena bisa berbeda di antara tiap orang.
    5. Peta digital, yaitu peta yang dibuat dengan komputer berdasarkan informasi keruangan. Informasi keruangan tersebut dinamakan data digital dan disimpan dalam disket. Peta tersebut dapat dilihat melalui layar monitor komputer. Bila diperlukan dapat pula dicetak.

Jenis-jenis Peta Berdasarkan Skalanya

skala-petaDitinjau dari besar kecilnya skala, peta dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Peta kadaster, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1:100 hingga 1:5.000. Peta jenis ini biasanya digunakan untuk menggambarkan luas tanah dalam sertifikat tanah.
  2. Peta skala besar, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1:5.001 hingga 1:250.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang sempit, misalnya peta kelurahan, peta desa, peta kecamatan, dan peta kota.
  3. Peta skala sedang, yaitu peta yang berskala antara 1:250.001 hingga 1:5.00.000. Peta tersebut digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas, misalnya Peta Provinsi Timur, Provinsi Bali, dan sebagainya.
  4. Peta skala kecil, yaitu peta yang berskala antara 1:500.001 sampai dengan 1:1.000.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang cukup luas, misalnya Peta Indonesia dan Peta Malaysia.
  5. Peta skala geografis, yaitu peta yang berskala lebih kecil dari 1:1.000.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan kelompok negara, misal Peta Negara-Negara Eropa, Peta Negara-Negara Asia Tenggara, Peta Benua Australia, dan Peta Dunia.

Peta Dunia

Definisi dan Pengertian Peta

Pengertian Peta

Peta Dunia
Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=1812074

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar dan menggunakan kata peta, misalnya peta politik, peta pikiran, peta sumber daya alam dan lain sebagainya. Masing-masing kata peta tersebut, jika digandengkan dengan kata berbeda akan mengandung makna yang beda pula. Demikian juga dengan kata peta itu sendiri. Oleh karena beragam makna peta tersebut yang tergantung dengan penggunaan, dalam artikel ini kita akan membahas pengertian peta berdasarkan ilmu geografi.

Dalam ilmu Geografi, yang dimaksud dengan peta adalah sebuah gambar dua dimensi pada bidang datar yang menggambarkan keadaan permukaan bumi dengan skala dan sistem proyeksi tertentu. Dengan kata lain peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi.

Seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk peta tidak hanya didominasi dengan gambar yang tercetak dalam lembaran kertas atau kain, namun sudah diwujudkan dalam berbagai bentuk, Google Map, peta digital milik perusahaan Google merupakan salah satu contohnya.

Sedangkan menurut ICA (International Cartographic Association) peta adalah gambaran unsur-unsur permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi maupun benda-benda angkasa, digambarkan pada bidang datar dan diperkecil (diskalakan).

Bagian permukaan bumi yang sempit ataupun luas merupakan data geografis dapat digambarkan dalam bentuk peta dengan skala tertentu. Data geografis atau unsur-unsur permukaan bumi yang digambarkan pada peta, antara lain benua, pulau, kepulauan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, kota, sungai, danau, laut, samudera, jalan raya, dan jalan kereta api.

Ilmu Pengetahuan yang mempelajari peta disebut Kartografi, yaitu suatu seni, ilmu pengetahuan dan teknologi pembuatan peta. Orang yang ahli dalam bidang perpetaan disebut Kartograf.

Fungsi Peta

Secara umum, fungsi peta adalah sebagai berikut.

  1. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain di permukaan Bumi).
  2. Memperlihatkan ukuran (dari peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan Bumi).
  3. Memperlihatkan bentuk (misalnya bentuk benua, negara, gunung, dan bentuk-bentuk yang lain) sehingga dimensinya dapat terlihat dalam peta.
  4. Mengumpulkan dan menyeleksi data-data dari suatu daerah dan menyajikannya di atas peta.

 

Pengertian Flashcard dan Contoh-contohnya

Flashcard atau katu flash adalah sekumpulan kartu yang bertuliskan informasi, seperti kata-kata atau angka, pada salah satu atau di kedua sisinya. Kartu ini biasanya digunakan sebagai latihan siswa. Umumnya sebuah kartu bertuliskan pertanyaan pada salah satu sisinya, jawaban pada sisi yang lain. Flash card sering digunakan sebagai media untuk menghafal.

Penggunaan

Flash card digunakan secara luas dengan berbagai model permainan. Dengan menggunakan flash card yang digunakan secara santai, siswa diharapkan tidak merasa terbebani dengan soal-soal yang diajukan. Secara fisik flash card biasanya berisi pertanyaan pada salah satu sisi, dan jawaban pada sisi lainnya. Guru memegang kartu dan menunjukkan kepada siswa salah satu sisi kartu yang berisi pertanyaan. Kemudian siswa merespon dengan menjawab pertanyaan pada kartu yang ditunjukkan kepadanya tersebut.

Untuk pemakaian bersama anak-anak biasanya flash card berisi satu angka atau huruf, ketika huruf atau angka diperlihatkan kepada siswa, siswa menyebutkan nama huruf atau angka tersebut. Cara seperti ini dapat membantu siswa menghafalkan huruf atau angka.

Dengan cara yang sama seperti di atas flash card dapat berupa:

  • Sisi pertama berisi kata dalam bahasa Arab, sisi lainnya berisi terjemahan kata tersebut dalam bahasa Indonesia.
  • Sisi pertama berisi sebuah kata sifat, dan sisi lainnya berisi lawan katanya, seperti baik dengan buruk, atas dengan bawah, dan lain sebagainya.
  • Sisi pertama berisi deskripsi suatu peristiwa sejarah, diakhiri dengan pertanyaan tanggal kejadian, dan sisi lainnya berisi tanggal/waktu kejadian tersebut.
  • Sisi pertama berisi sebuah gambar benda, dan sisi lainnya berisi nama benda tersebut.
  • Masih banyak lainnya, silahkan dieksplorasi sendiri.

Berikut ini flash card yang dapat Anda download.

  1. Berhitung 0 sampai 15. Download
  2. Berhitung 0 sampai 15 dengan gambar. Download
  3. Flashcard huruf besar dan kecil. Download.
Anggota Tata Surya

Teori Terbentuknya Tata Surya

Bagaimana Matahari, planet, dan satelit yang bekerja secara teratur dalam Tata Surya ini terjadi? Pertanyaan inilah yang menggelayuti pikiran manusia dan sampai sekarang pun belum diperoleh jawaban yang benar-benar memuaskan.

Meskipun demikian, kita patut menghargai para ahli yang dengan tekun melakukan penelitian dengan pengamatan dan percobaan untuk mengungkap misteri pembentukan Tata Surya. Usaha para ahli tersebut menghasilkan beberapa teori. Berikut ini adalah teori-teori tentang pembentukan Tata Surya.

Teori Nebula

Teori ini mengatakan bahwa anggota keluarga Tata Surya pada awalnya berbentuk massa gas raksasa yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Rotasi massa ini semakin lama semakin tinggi. Akibatnya, bagian tengah massa itu menggelembung. Akhirnya, lingkaran materi itu terlempar keluar. Lingkaran ini mendingin, mengecil, dan akhirnya menjadi planet.

Planet ini tetap mengorbit mengelilingi inti massa. Lalu, lingkaran lain terlempar dan terlempar lagi dari pusat massa dan menjadi seluruh planet, termasuk Bumi. Akhirnya, semua planet terbentuk. Pusat massa menjadi matahari kita. Selanjutnya, planet-planet itu juga melemparkan massa keluar angkasa dan berubah menjadi satelit atau bulan.

Teori Nebula muncul pada abad XVIII. Teori ini diawali dengan pendapat seorang filsuf Jerman bernama Immanuel Kant. Ia berpendapat bahwa Sistem Tata Surya terbentuk dari suatu nebula, yaitu kabut tipis yang sangat luas.

Teori ini diperkuat oleh Marquis de Laplace (Piere Simon), seorang astronom Prancis. Ia mengajukan teori yang merupakan penjelasan pendapat Kant, meskipun Laplace sendiri tidak mengetahui sumbangan pemikiran Kant. Oleh sebab itu, teori Nebula ini dikenal pula dengan teori Kant-Laplace.

Teori Planetesimal

Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari.

Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi kita.

Sekitar tahun 1900, seorang astronom bernama Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi bernama T.C. Chamberlain dari Universitas Chicago mengemukakan teori baru yang mereka namakan teori Planetesimal. Planetesimal adalah suatu benda padat kecil yang mengelilingi suatu inti yang bersifat gas.

Teori ini agaknya didasarkan pada kenyataan bahwa beberapa bintang di langit tidak pernah berhenti bergerak. Suatu ketika bintang yang bergerak itu melintas sangat dekat dengan Matahari. Karena gaya gravitasi, terjadi gaya tarik-menarik antara Matahari dan bintang yang melintas tersebut sehingga terjadi pasang. Planet yang terbentuk akibat pasang ini boleh jadi ada yang mengikuti bintang yang lewat tersebut.

Teori Pasang

Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal.

Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.

Pada tahun 1918, Sir James Jeans dan Sir Harold Jeffreys dari Inggris menyusun suatu teori yang dinamakan teori Pasang. Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Berbeda dengan Moulton dan Chamberlain, kedua ilmuwan itu tidak percaya bahwa planet berasal dari sejumlah benda alam kecil-kecil atau planetesimal. Mereka berpendapat bahwa planet itu langsung terbentuk dari massa gas asli yang ditarik dari matahari oleh bintang yang lewat.

Dalam bayangan Jeans dan Jeffreys, kelahiran Tata Surya merupakan peristiwa langka. Peristiwa itu terjadi ketika Matahari nyaris bersinggungan dengan sebuah bintang. Lidah Matahari yang berbentuk cerutu, merupakan penjelasan yang masuk akal mengapa ukuran planet berbeda-beda.

Teori Lyttleton

Teori ini mengatakan bahwa Matahari mulanya berupa bintang kembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Sebuah bintang menabrak salah satu bintang kembar dan mungkin menghancurkannya. Bintang yang hancur itu berubah menjadi massa gas yang berputar-putar. Karena terus berputar, gas ini menjadi dingin dan terbentuklah planet.

Adapun bintang yang bertahan, menjadi Matahari kita. Karena kekuatan gravitasinya, Matahari menahan planet yang terbentuk dan beredar menurut lintasannya sekarang. Jadi, jelaslah bahwa teori ini juga didasarkan atas ide benturan.

Teori ini dinamakan sesuai dengan nama pencetusnya, yaitu R.A. Lyttleton. Ia adalah seorang astronom. Teori ini merupakan modifikasi dari teori benturan yang telah ada sebelumnya. Dalam beberapa hal, teori ini memberikan penjelasan yang lebih baik tentang asal Tata Surya berdasarkan teori benturan.

Teori Awan Debu

Teori ini mengatakan, bahwa calon Tata Surya semula merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan itu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu.

Sementara debu dan gas itu terus berputar, hilanglah awannya. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjadi matahari.

Teori ini diperkenalkan oleh astronom Amerika Serikat Fred L. Whippel. Jika ditinjau dari prosesnya, teori ini seperti pengembangan dari teori Nebula. Teori yang sama dikemukakan oleh astronom Inggris yaitu Fred Hoyle dan astronom Swedia Hannes Alven. Menurut mereka pada mulanya Matahari berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya.

Berdasarkan penelitian sekarang Matahari berputar kira-kira satu kali dalam 27 hari. Perhitungan mutakhir menunjukkan bahwa Matahari primitif berputar lebih cepat yang memungkinkan terlemparnya bahan yang kemudian membentuk planet. Inilah bukti yang menguatkan teori ini.

================
Teori-teori di depan hanyalah sedikit dari banyak teori yang telah diajukan para ahli tentang terjadinya Bumi. Tidak satu pun di antara teori tersebut yang dianggap benar-benar memuaskan dan dapat diterima secara luas oleh seluruh dunia. Masing-masing teori ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Namun demikian, kamu harus mengetahui bahwa teori-teori tersebut dikemukakan berdasarkan penelitian, pengamatan, dan perhitungan.

Tidak Berjalan Seperti Lainnya, Semut ini Mendapat Julukan Gila

Gambar Longhorn crazy ant. Sumber: Wikipedia

Semut longhorn gila (Longhorn crazy ant) mempunyai nama ilmiah Paratrechina longicornis adalah spesies serangga kecil berwarna gelap dari keluarga Formicidae. Semut ini disebut “semut gila” karena bukannya mengikuti garis lurus atau mengikuti alur seperti semut pada umumnya, namun mereka berjalan sekitar alur. Mereka tersebar secara luas, mulai dari daerah tropis hingga subtropis serta dapat ditemukan pada bangunan di daerah beriklim sedang. Karena itu semut ini merupakan salah satu spesies semut yang paling luas persebarannya di dunia. Mereka tidak menyengat orang.

Semut pekerja mempunyai panjang sekitar 2,3-3 mm (0,09-0,12 in) dengan kepala berwarna hitam kecoklatan, thorax, petiora dan gaster (lambung), sering dengan permainan warna biru cerah. Tubuh memiliki beberapa bulu putih pendek, antena dan anggota badan berwarna coklat pucat. Sangat mudah untuk membedakan semut ini dari anggota lain dari genus-nya, Paratrechina, karena mempunyai antena dan kaki yang lebih panjang. Meskipun tidak menyengat semut ini dapat menggigit dan kemudian akan melengkungkan perutnya dan mengeluarkan asam format ke luka.

Tidak jelas semut ini berasal, namun diduga berasal dari Melanesia atau Asia Tenggara. Setelah menyebar ke daerah beriklim sedang di seluruh dunia, kini hadir di Amerika Utara dan Selatan, Afrika, Eropa, Asia dan Australia. Meskipun merupakan spesies semut tropis, karena kemampuannya bertahan hidup di daerah terganggu dan daerha buatan termasuk pada bangunan-bangunan dan daerah perkotaan, semut ini mempu menyebar ke utara hingga Estonia dan Swedia dan ke selatan hingga Selandia Baru. Di bagian tenggara negara bagian Amerika tersebar semut ini hidup di luar rumah. Sedangkan di California, Arizona dan daerah pesisir timur dapat ditemukan di bangunan dan gedung-geung. Di daerah tropis dan subtropis, selain di temukan di dalam ruangan juga dapat ditemukan di kebun, semak pesisir, hutan hujan dataran rendah, hutan kering, savana dan semak-semak pinggir jalan pada ketinggian hingga 1.765 m dpl. Bagi pertanian maupun peternakan, semut ini dianggap hama pada daerah berikim tropis hingga subtropis, serta hama ruangan pada daerah berikilim sedang.

Klasifikasi ilmiah:

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Hymenoptera
Family : Formicidae
Genus : Paratrechina
Species : P. longicornis

Koloni semut ini membuat sarang di berbagai tempat baik kering maupun basah. Di antaranya pada lubang-lubang pohon, kayu busuk, di bawah kayu atau batu, di antara sampah-sampah dan di bawah puing-puing reruntuhan gedung. Semut pekerja bertugas mencari makanan dan lokasi sarang dapat diidentifikasi dengan memperhatikan semut tersebut membawa makanan kembali ke koloni. Semut ini tergolong hewan omnivora. Dia memakan biji, bangkai invertebrata, melon, buah dan sampah rumah tangga.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Longhorn_crazy_ant

Proses Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi mahluk hidup Sumber gambar: www.kidsbiology.comKlasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam golongan-golongan tertentu. Golongan-golongan ini disusun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup ke dalam golongannya disebut  taksonomi atau  sistematik.

Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu taksonomi adalah dengan membentuk  takson . Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati. Mencandra berarti mengidentifikasi, membuat deskripsi, dan memberi nama.

Langkah-langkah pembentukan takson mengikuti sistem tertentu. Itulah sebabnya taksonomi disebut pula sistematik.

Apakah yang menjadi dasar dalam klasifikasi makhluk hidup? Makhluk hidup dikelompokkan ke dalam suatu sistem klasifikasi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Ada dua metode klasifikasi makhluk hidup. Tiap-tiap metode mempunyai dasar yang jelas. Metode yang pertama adalah  metode empiris . Pada metode ini, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan alfabet, tanpa melihat sifat atau ciri yang dimilikinya serta tanpa melihat hubungan satu dengan lainnya.

Metode yang kedua adalah  metode rasional . Menurut metode rasional, makhluk hidup dikelompokkan atas dasar hubungan yang jelas dari sifat atau ciri yang ada. Metode ini dibedakan menjadi tiga sistem sebagai berikut.

  1. Sistem praktis , yaitu makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang berguna. Misalnya, persamaan ciri dapat dimakan atau tidak, dapat digunakan untuk obat atau tidak, menghasilkan buah atau tidak, serta menghasilkan serat atau tidak. Penganut sistem ini antara lain  St. Augustine (abad ke-4 SM).
  2. Sistem artifisial, yaitu sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang ditetapkan oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup. Penganut sistem ini, di antaranya,  Aristoteles dan  Theophratus (370 SM). Aristoteles membagi makhluk hidup menjadi dua golongan, yaitu hewan dan tumbuhan. Selanjutnya, hewan dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan persamaan ciri habitat, misalnya, habitat air, darat, dan udara. Berdasarkan ciri ukuran tubuhnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan pohon, perdu, dan tumbuhan semak. Aristoteles juga mengelompokkan hewan atas dasar warna darahnya, yaitu hewan yang berdarah merah dan hewan yang tidak berdarah. Dengan demikian, ia telah mengenal kurang lebih 1.000 jenis makhluk hidup dan struktur dalamnya.
  3. Sistem natural, yaitu sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri struktur tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal (anatomi). Penganut sistem ini, di antaranya,  Carolus Linnaeus (abad ke-18). Linnaeus berpendapat bahwa setiap tipe makhluk hidup mempunyai bentuk spesies yang berbeda. Oleh karena itu, jika sejumlah makhluk hidup memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup tersebut sama spesiesnya. Dengan cara ini, Linnaeus dapat mengenal 10.000 jenis tanaman dan 4.000 jenis hewan.
  4. Sistem modern, yaitu sistem mengklasifikasikan makhluk hidup pada taksonomi modern berdasarkan pendapat  Linnaeus, tetapi lebih dikembangkan sehingga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal;
b. menggunakan biokimia perbandingan. Misalnya, hewan  Limulus polyphemus , dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan ( Crab ) karena bentuknya seperti rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya secara biokimia, terbukti bahwa hewan ini lebih dekat dengan laba-laba ( Spider ). Berdasarkan bukti ini,  Limulus  dimasukkan ke dalam golongan laba-laba;
c. berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan.

Setelah mengetahui berbagai macam metode dan dasar dari klasifikasi makhluk hidup, agar lebih jelas, akan kita ulang sedikit tentang langkah-langkah klasifikasi. Langkah-langkah klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya;
  2. setelah kelompok spesies terbentuk, dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan tingkatan klasifikasi sebagai berikut.
a. Dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson genus. Genus memiliki kesamaan ciri, yaitu pada struktur alat reproduksinya yang sama.
b. Beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson famili.
c. Beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo.
d. Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson kelas.
e. Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson filum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan)

Dengan cara tersebut terbentuk urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil adalah sebagai berikut:

a) kingdom (kerajaan);
b) divisio atau filum;
c) kelas; 7. spesies (jenis).
d) ordo (bangsa);
e) famili (suku);
f) genus (marga);

Mengingat keperluannya, kadang-kadang di antara dua tingkatan terdapat  sub-sub , seperti subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies masih ditempatkan kelompok  varietas dan di bawah varietas terdapat  strain .

Semakin ke atas urutan tingkatan klasifikasi, hubungan kekerabatan makhluk hidup semakin kurang jelas, sedangkan semakin ke bawah hubungan kekerabatannya semakin dekat.

Sumber: Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X / Penulis Ari Sulistyorini, penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009

Uji Kompetensi 2 Biologi SMA Kelas 10

Uji Kompetensi 2 Biologi SMA Kelas 10

Leaderboard: Uji Kompetensi 2 Biologi SMA Kelas 10

maximum of 20 points
Pos. Name Entered on Points Result
Table is loading
No data available